betapa menyenangkannya MENULIS :)

Sedikit share tentang hobbie :p

Dari dulu suka banget menulis. Mulai dari mengarang cerita khayalan sendiri maupun dari pelajaran Bahasa Indonesia :p hahahaa. semangat pisan dah! Terus udah beranjak gede dikit, nulis dah di buku gitu. Ceritanya sih *soksokan* buku harian. LOL! Terus lanjut pas dibuatin blog jamannya Fri*ndst*r duluu πŸ™‚ Isinya? CURHAT pastinyaa hahaha. Tentang kegiatan sehari-hari sih kebanyakan. Tapi emang gak berlangsung lama karena gue sendiri orangnya gak pernah nulis di dalam dunia maya gini. Sukanya di buku aja, kan lebih private kesannya πŸ™‚

Kemudian gue mulai mengenal blog pun dari salah satu saudara gue. Dia menceritakan bahwa dia dan kedua sahabatnya itu selalu bercerita di dalam blog masing-masing. Gue dikasih alamat blog mereka bertiga. Emang pada dasarnya mereka bertiga ini suka menulis *banget*, tulisan mereka pun enak banget dibaca. Meski sifatnya lebih ke kehidupan sehari-hari, tapi penyajian yang mereka lakukan berbeda-beda.

Ada yang nulis dengan bahasa sehari-hari dipenuhi guyonan. Ada yang nulis penuh dengan perenungan-perenungan mengenai kehidupan. Ada juga yang nulis apa adanya disertai emosi *pake inggris pulak!*

Tapi dari blog mereka lah gue jadi (tiba-tiba tuh!) terinspirasi (ceileeeh!) untuk membuat blog dan menulis di dalam blog.. :p

Tidak hanya mereka, tapi di luar sana (TERNYATA) banyak orang yang suka menulis πŸ™‚ di luar, dalam keseharian, mereka memang tidak menunjukkannya tapi ternyata melalui tulisan yang mereka buat, tersirat arti yang berbeda dari biasanya.

Itu kehebatan menulis, mungkin ya πŸ™‚

Seseorang dapat menilai orang lain dari penulisannya. Seseorang pun dapat merasakan kelegaan dengan menumpahkannya ke dalam tulisan. Seseorang dapat menjadi sosok yang berbeda saat ia menulis πŸ™‚ :p

Tapi banyak juga lho orang yang suka protes/rese setelah membaca tulisan yang udah dibuat. Tapi masa mau berhenti menulis hanya karena SATU orang saja (misalnya)? πŸ™

Apapun jenis tulisannya, dari yang curhat-curhat sampai yang berbau ilmiah, teruslah menulis! πŸ™‚ Mau yang itu biasa aja sampai yang berbobot (banget!), tetaplah menulis! πŸ™‚

Menulislah apa pun yang ingin ditulis. Menulislah dengan hati πŸ™‚

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

# Tugas 2 #Thames Valley Police to use Facebook to catch cyberbullies

Kita semua pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar salah satu media jaringan sosial yang terkenal di era sekarang ini. Facebook merupakan sebuah social-networking yang sudah dirintis pada tahun 2006 oleh Mark Zuckerberg. Hingga 2010, Facebook masih menjadi situs terpopuler di dunia Google AdPlanner. Total pengguna di seluruh dunia pun adalah sebesar 571.884.500 pengguna. Data tersebut didapat dari informasi pada bulan Desember 2010. Dapat dibayangkan, berapa banyaknya jumlah pengguna yang bertambah hingga saat ini. Tentu tidaklah sedikit. Menurut hasil statistik Google AdPlanner per akhir November diketahui bahwa Facebook masih berada pada posisi atas yang diikuti oleh Youtube.com (2), Yahoo.com (3), Live.com (4), dan Wikipedia.org (5). Indonesia sendiri pun menduduki peringkat kedua sebagai pengakses Facebook terbesar per tahun 2010 sebesar 31.784.080 pengguna setelah Amerika Serikat.

Menurut hasil yang didapat dari ChechFacebook, Β didapati hasil bahwa pengguna lelaki lebih mendominasi pengguna Facebook di Indonesia, yaitu sebesar 18,7 juta (59,1 %) dibandingkan pengguna wanita yang hanya berjumlah 12,9 juta (40,9 %). Sedangkan, berdasarkan usia, umur 18-24 tahun merupakan rentang usia terbesar yang menjadi pengguna Facebook, yaitu 13,1 juta (41,5 %). Disusul oleh pengguna dengan rentang usia antara 14-17 tahun sebesar 8 juta pengguna (25,4 %), usia 25-34 tahun sebesar 6,8 juta pengguna (21,6 %). Dan sisanya tidak lebih dari 20 %. Bagi pengguna dengan rentang usia 35-44 tahun sebesar 2 juta (6,2 %), usia 44-54 tahun sekitar 525 ribu pengguna (1,7 %), usia 55 ke atas sekitar 500 ribu pengguna (1,7 %) dan pengguna anak-anak dengan usia 13 tahun ke bawah, terhitung 615 ribu pengguna (1,9 %).

Jaringan sosial ini tidak memandang status sosial penggunanya. Siapa pun mereka, baik dari kalangan atas maupun bawah, setidaknya pernah mendengar mengenai Facebook atau pun memiliki account di Facebook. Jariangan sosial ini dianggap sebagai satu fasilitas terbaik untuk menjangkau dan menjalin hubungan pertemanan dengan cepat. Pengguna pun menggunakan Facebook sebagai satu sarana untuk dapat mencari kawan yang sudah lama tidak pernah ditemui lagi. Tidak hanya itu, Facebook pun menyediakan fasilitas untuk men-shared berbagai macam foto, musik, link dan video dengan teman lainnya. Kita pun sebagai pengguna jaringan sosial ini diberikan suguhan hiburan berupa berbagai macam games yang bisa dimainkan saat pengguna sedang membuka Facebook.

Sebagaian pengguna sekarang ini menjadikan Facebook sebagai salah satu sarana dalam bidang bisnis atau yang lebih dikenal dengan online shop. Beraneka ragam barang-barang dijual di situ karena dianggap media ini dapat menjaring peminat maupun pembeli dengan waktu yang mudah.

Sepertinya, banyak hal positif yang muncul dari jaringan sosial ini. Namun ternyata, tidaklah semua hal yang ada dalam jaringan sosial memberikan dampak yang positif bagi penggunanya. Tak jarang, sering kita dengar berita mengenai dampak buruk atau negatif yang ternyata ada dalam Facebook ini. Contohnya saja seperti sikap keterbukaan yang terlalu berlebihan dari para pengguna, khususnya dalam update-an status secara terus-menerus dan penggunaan bahasa yang tidak terlalu sopan atau layak dibaca. Seseorang yang dikenal secara nyata dapat menjadi sosok yang berbeda saat orang tersebut masuk ke dalam dunia maya. Mereka dapat membicarakan berbagai macam hal bahkan dengan menggunakan bahasa yang tidak baik sekalipun.

Dalam topik yang saya baca kali ini, ternyata sebuah organisasi kepolisian – Thames Valley Police – akan menggunakan media Facebook untuk mencoba sebuah metode baru dalam menangani masalah penggangu internet. Khususnya bagi anak – anak remaja yang menuliskan suatu perkataan, baik dalam status maupun pesan, dengan menggunakan bahasa yang tidak sopan. Rencananya percobaan ini akan dilakukan selama tiga bulan ke depan.

Senin (28 / 2), seorang perwira dari Reading bernama PC Dave Thomas, dibantu dengan sorang sukarelawan polisi remaja, menyelediki dan menangani laporan gangguan bahkan pelecehan yang dilakukan melalui situs jaringan sosial ini (Facebook). Metode ini semata – mata dilakukan hanya untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna Facebook dengan tidak membaca tulisan – tulisan yang tidak layak untuk dibaca atau bersifat menggangu pengguna lain. Selain itu, para guru maupun orang tua dari anak – anak memberikan kepercayaan untuk dapat memberi ganjaran jika ada yang tertangkap menggunakan bahasa maupun konten yang sifatnya negatif. Sebelumnya, metode ini berencana akan memberikan ganjaran terlebih dahulu agar mereka sadar bahwa dengan perbuatan seperti itu, mereka bisa dituntut. PC Dave Thomas pun mengharapkan agar perencanaan di tahap awal ini dapat mencegah timbulnya persoalan lain maupun kejahatan yang semakin lama semakin sering terjadi di jaringan sosial ini. Melalui Reading, PC Thomas mengetahui ada 60 kejahatan yang terkait dengan kasus seperti ini. Beliau pun memandang bahwa sebuah social networkers, dengan usia yang berbeda-beda, sering tidak berpikir tentang apa yang mereka tulis dan nantinya akan diketahui khalayak.

PC Thomas nantinya akan menyelidiki baik dalam sebuah sekolah maupun rumah, siapa saja yang menulis sesuatu dan ternyata tidak dipandang baik oleh orang lain. Jika hal itu sampai ketahuan, pengguna akan diberikan pesan / surat peringatan.

Dalam artikel ini pun, dipaparkan bahwa dengan adanya kejahatan maupun penggunaan bahasa yang tidak sopan, dapat mengakibatkan korban jiwa seperti yang terjadi pada tahun 2009. Seorang anak berumur 15 tahun membunuh dirinya sendiri karena merasa terganggu dalam situs jaringan sosial ini.

Kita sebagai seorang pengguna media sosial ini, hendaklah memiliki sikap yang dewasa dalam menggunakan media ini. Jaringan sosial ini dapat menjadi suatu yang positif maupun negatif karena tergantung dari pengguna itu sendiri. Tidak ada salahnya juga jika suatu ketika kita menemukan kejahatan maupun ketidak-nyamanan dalam menggunakan media ini, untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib.

http://www.wired.co.uk/news/archive/2011-02/28/police-facebook

http://id.shvoong.com/humanities/history/1946922-sejarah-facebook/

http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1183:indonesia-peringkat-kedua-pengakses-facebook-terbesar-2010&catid=58:media-internet&Itemid=88

http://www.thamesvalley.police.uk/newsevents/newsevents-pressreleases/newsevents-pressreleases-item.htm?id=167243

Daphne Lieana H.

1301039542

04 PDO πŸ™‚

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kesimpulannya..

Saat di angkutan umum, kami berbicara mengenai suatu cerita dengan alur yang tidak berbeda dari alur cerita sebelumnya dan dengan tokoh utama yang sudah tidak asing lagi bagi kami (tapi asing bagi kalian :p)

Aku pun mendapatkan cerita ini dari mulut orang lain.

Aku bercerita lagi kepadanya, dia mendengarkannya..

Kemudian, muncullah sebuah kesimpulan yang bisa kami jadikan sebagai pelajaran juga untuk ke depannya..

Orang yang selalu mengkritik orang lain belum tentu adalah orang yang benar. Kritikan yang keluar dari mulut orang tersebut bisa menjadi kritikan untuk dirinya sendiri, dari pandangan orang lain..

Orang selalu bisa berkata ini salah kepada orang lain.. tapi tidakah dia melihat kepada dirinya sendiri? bahwa dia pun bukan seorang yang (selalu) benar..”

**

Kecewa? iya.

Dia sudah menjadi panutan bagi kami berdua. Tapi ternyata, dirinya pun tidak konsisten.

Seperti ada peraturan :

1. orang yang lebih tua selalu benar!

2. jika mereka salah, kembali ke peraturan no.1! :))

Yasudahlah. Jadikan saja ini sebagai pembelajaran πŸ™‚

P.S teman2, maaf jika gue (ternyata) seperti ini juga. mohon dimaafkan :’)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

# Tugas 1 # The Social, Political, Economic, and Cultural Dimensions of Search Engines: An Introduction

Search Engines merupakan salah satu online website terbanyak yang sering digunakan oleh para pengguna internet. Berdasarkan ranking.com pun telah didapatkan hasil bahwa pemegang Search Engines tertinggi diberikan kepada msn.com, peringkat kedua oleh google.com dan yang ketiga merupakan yahoo.com.

Tidak terhitung sudah berapa banyak masyarakat / pengguna internet yang masuk ke dalam dunia maya dan menggunakan Search Engines ini. Alasan mereka menggunakan sarana ini antara lain untuk mencari informasi / berita dari sebuah kejadian yang terjadi saat itu, mencari informasi baik mengenai masalah kesehatan, sosial, ekonomi bahkan politik. Orang – orang pun menggunakan Search Engines untuk keluarga jauh mereka atau teman yang sulit dilacak. Sebagian orang / pengguna internet ini akan menggunakan Search Engines untuk mencari film, video, musik bahkan gambar. Tidak hanya itu, berbagai topik lainnya yang ingin diketahui secara mendalam dapat dilacak oleh Search Engines sehingga penggunanya pun akan mendapat berbagai macam informasi dari segala sumber. Search Engines dapat menampilkan hasil penelusurannya dari segala macam sumber / website, bahkan website yang jarang tersentuh sekali pun oleh pengguna internet.

Patut diketahui bahwa aspek non-teknis dalam mesin pencari ini tidak hanya terbatas pada suatu lingkuangan / ruang lingkup tertentu. Tergantung pada seberapa luasnya jangkauan masyarakat terhadap internet maka mereka sudah dapat menemukan kinerja suatu pekerjaan yang relevan. Sebagai contohnya adalah para peneliti di bidang perpustakaan dan ilmu informasi terlah tertarik dari lama terhadap cara orang – orang dalam menemukan bahan dengan menggunakan berbagai database serta proyek – proyek yang sering tidak berhubungan dengan informasi yang disampaikan oleh sebuah artikel. Akan tetapi, bekerja dalam domain ini sering hanya berfokus pada sampel yang sangat kecil, non-representatif serta jarang mempertimbangkan konteks sosial dalam mencari.

Yang kita ketahui sampai saat ini adalah berkat usaha yang ada, Search Engines / mesin pencari menjadi salah satu kegiatan yang paling populer di kalangan pengguna Web. Pengguna mesin cenderung percaya diri terhadap kemampuan mereka dalam melakukan pencarian dengan menggunakan Search Engines / mesin pencari ini. Namun para peneliti yang melakukan penelitianΒ  terhadap perilaku orang yang menggunakan Search Engines ini mengamati bahwa perilaku mencari yang dilakukan cenderung untuk menemukan perbedaan tergantung pada atribut serta permintaan pencarian yang dilakukan tidak dilakukan secara mendalam atau menyeluruh melainkan hanya satu atau dua permintaan saja. Akan tetapi, dari hasil pencarian yang dapat dikatakan tidak dilakukan dengan mendalam itu sudah memberikan kepercayaan kepada pengguna bahwa informasi yang didapat sudah benar.

Para peneliti pun ternyata melakukan pengamatan bahwa sebenarnya para pengguna Search Engines ini tidak terlalu memilik pengetahuan / informasi mengenai Search Engines / mesin pencari yang mereka gunakan. Para penguna, bahkan saya sendiri pun, belum tentu atau tidak tahu mengenai asal – muasal terciptanya Search Engines / mesin pencari ini. Pengguna internet yang menggunakan mesin pencari ini pun tidak mengetahui sampai sejauh mana kebenaran suatu informasi yang diberikan oleh Search Engines. Persentasi yang mendukung pernyataan ini adalah sebesar 56% pengguna yang tidak tahu perbedaan dari hasil pencarian informasi menggunakan Search Engines / mesin pencari. Patut diketahui bahwa semua informasi yang ditelusuri dan diperoleh menggunakan Search Engines / mesin pencari belum tentu bersifat 100% benar. Informasi – informasi yang ada berasal dari seluruh masyarakat dan negara sehingga kita sebagai pengguna tidak diperbolehkan untuk mempercayai informasi tersebut secara 100%. Memang, Search Engines / mesin pencari memiliki dan menyimpan banyak informasi tentang halaman web, berita, lagu, musik, atau gambar. Dengan memasukan key word (kata kunci) dari sebuah data / informasi yang sedang kita cari, Search Engines dapat menampilkan banyak pilihan sumber informasi dari berbagai website. Akan tetapi kebenarannya belum tentu dapat dijamin.

Sebuah laporan pun menyebutkan bahwa pengguna Search Engines / mesin pencari ini menunjukkan perbedaan dalam pencarian dan terlibat aktivitas yang berbeda. Misalnya, pengguna google.com yang lebih memungkinkan untuk melakukan pencarian pada topik profesional dan bisnis serta penelitian produk. Penelitian ini menyebutkan bahwa pengguna google.com mengetahui perbedaan antara hasil disponsori dan non-disporonsi dibandingkan dengan pengguna Search Engines lainnya. Diduga kesenjangan ini disebabkan karena karakteristik dari pengguna itu sendiri atau dari fitur yang ada dalam mesin pencari. Namun ternyata fakta menyatakan bahwa perbedaan ini adalah pada pelayanan. Dengan demikian hasil yang diperoleh melalui salah satu Search Engines tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi pengguna internet.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari artikel mengenai Search Engines ini adalah bahwa mesin pencari ini telah menjadi salah satu kebutuhan bagi para pengguna internet dalam mencari berbagai informasi. Para pengguna merasakan kemudahan yang didapat saat mencari informasi dengan menggunakan Search Engines ini. Terlepas dari asal website Search Engines yang mereka gunakan, kebiasaan ini menjadi suatu gaya hidup masyarakat masa kini. Manfaat yang begitu besar yang dapat para pengguna rasakan, ternyata tidak menjamin bahwa para pengguna Search Engines ini memiliki pengetahuan terhadap asal – usul atau sejarah dari Search Engines ini sendiri. Mengenai informasi yang diperoleh pun, tidak bisa dipercayai kebenarannya 100%. Saya pribadi dianjurkan untuk memilah kembali informasi yang didapat dari hasil penelusuran oleh Search Engines. Itu semua kembali lagi kepada para pengguna internet.

Daphne Lieana H.

1301039542

πŸ™‚

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

(not) first time :p

Hello para binusian tercintah! πŸ™‚

Senang akhirnya bisa bergabung di dalam binusian blog ini setelah mengalami kesulitan dalam menemukan USERNAME bahkan PASSWORD!! :))

Terimakasih, mas-mas Admin yang sudah bersedia ber-chat ria bersama saya tadi pagi dan juga Mr. S yang memberitahu username saya ini :p hihihi.

Untung taunya pas di kampus, kalo di kamar kost sih, bisa jumpalitan dah gue hehehehee.. *lebay*

Mungkin dibandingkan dengan blog sebelumnya (yang tulisannya kucrut banget), di blog ini akan sedikit berbeda :p

So, enjoy it! πŸ™‚

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Welcome to Binusian Blog World !

Welcome to Binusian blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Happy Blogging πŸ™‚

Binusian Link

  • BEEBLOGGER FORUM
  • BINUS CENTER
  • BINUS CORPORATE
  • BINUS INTERNATIONAL
  • BINUS ONLINE LEARNING
  • BINUS BUSINESS SCHOOL
  • BINUS SCHOOL
  • BINUS UNIVERSITY
    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • Twitter
    • RSS
     Page 4 of 4 « 1  2  3  4