10-04-11

Awal bulan nulis. tapi seterusnya nggak.
Tahu kenapa?
Bingung! hahaha. Gak tau mau nulis apa di blog ini.. :p

ehmm.. sedikit cerita tentang yang terjadi di awal bulan April ini deh πŸ™‚

Bulan April dipenuhi dengan tugastugastugas. hahaha..
Weekend pun masih mikirin tugas.
Ditambah kalau weekend bisa seharian di gereja. Jadi di gereja selain pelayanan, ya buat tugas juga. =))
Lama-lama bawa kasur juga ke gereja πŸ˜›
[…]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Wooww!

Cepat yaa?

Nggak kerasa hari ini udah hari pertama di bulan April..

Sebenarnya ada sesuatu di bulan ini yang pengen dilewatin. Nggak mau dijalani.
Hahahaha..
Tapi gak mungkin lah, yaa.. Gue nggak sehebat itu sampai bisa mempercepat waktu :p

(jalani aja, D!)

Welcome, April! πŸ™‚
Hope everything is more better than last month πŸ˜€

HAVE A GREAT DAY, guys! πŸ™‚

P.S 1 April identik dengan April Mop, right? Gue lupa ituuu! hahahahahaa.. Sampai ada teman gue yang bohong sama semua temen2nya di FB, pura-pura ultah hari ini. Padahal November dia ulang tahun. LOL! Hampiiiirrr gue ketipu. untung tahu ultah dia yang sebenarnya :p ~ Happy April Mop too! hahahahahaa..

God bless! πŸ™‚

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

# Tugas 3 # The Cable and Telephone Industries and Your Home

Daphne Lieana Haryanto
1301039542

04 PFO
Mata kuliah : Perkembangan Teknologi Komunikasi


Michael M. A. Mirabito & Barbara L. Morgenstern

Chapter 15 The Cable and Telephone Industries and Your Home


Sekarang ini, tidak heran jika kita menemukan banyak teknologi komunikasi yang sudah semakin berkembang. Manusia semakin mudah untuk berkomunikasi meski dalam jarak jauh sekalipun bahkan sangat cepat untuk mendapatkan informasi mengenai suatu kejadian atau peristiwa. Televisi merupakan salah satu teknologi komunikasi yang tidak mau dengan teknologi lainnya. Sekarang ini, televisi tidak lagi digunakan hanya untuk menonton berbagai program yang telah disediakan melainkan penonton sendiri sekarang sudah dapat memilih program acara apa yang hendak ditonton. Bahkan tidak hanya itu, penonton pun dapat mengunduh program yang diinginkan.
VOD merupakan sebuah sistem televisi interaktif yang memfasilitasi khalayak untuk mengontrol atau memilih sendiri akan program, baik program sebuah acara atau video yang ingin ditonton. VOD memiliki fungsi seperti layaknya video rental dimana pelanggan dapat memilih program atau tontonan yang ditayangkan. Namun tidak hanya menonton, khalayak (penonton) pun dapat menyimpan serta mengunduh program sesuai dengan keinginan mereka. Untuk menontonnya khalayak dapat menggunakan set-top box dari video yang sudah diunduh maupun menggunakan komputer atau ponsel bahkan alat – alat komunikasi lainnya yang mempunyai kemampuan untuk mengakses konten audio dan visual. Sebagian VOD memberikan pelayanan dengan sistem pembayaran per tayangan pay-per-view.
Salah satu yang ingin dicapai oleh industri komunikasi melalui VOD ini adalah agar memberikan kontrol yang penuh terhadap para penggunanya atau penonton. Konsep ini akan memberikan pengguna suatu kebebasan penuh untuk memilih apa yang ingin dilihat. Semuanya pun berjalan secara interaktif dan menggunakan tombol serta perintah yang sederhana. Melalui VOD juga akan terbuka peluang untuk menyimpan apa saja yang kita lihat. VOD menjanjikan kepuasan yang sifatnya lebih personal. Tentu saja konsep seperti ini memiliki peluang besar untuk berkembang. Konsep yang ditawarkan oleh VOD benar – benar memberikan nilai positif bagi keinginan setiap penonton. Penonton memiliki kebebasan untuk dapat memilih apa yang ingin ia tonton atau lihat. Mungkin ada beberapa penonton yang merasa terkekang dengan apa yang ditayangkan di televisi dan tidak memiliki pilihan lain untuk menonton acara tersebut. Namun dengan adanya VOD dapat membuat penonton memutuskan sendiri apa yang ingin ditonton.
Konsep lainnya dalam VOD ini adalah menyediakan atau menawarkan video untuk di-unduh dan dapat berupa rent maupun purchase. Berkembangnya VOD pun ternyata menghasilkan beberapa β€œanak”. Yang pertama adalah Near Video On Demand (NVOD) yang dijalankan oleh televisi berbasis cable dan satellite. Sistem ini memungkinkan seseorang untuk melakukan pay-per-view program yang dikeluarkan oleh multiple-broadcasters. Ini tidak lagi membuat konsumen terikat oleh waktu untuk menyaksikan acara yang ingin ditonton.

Yang kedua adalah Push Video On Demand (PVOD). Sistem ini sebenarnya merupakan duplikasi yang kurang sempurna dari konsep utama VOD. Pada dasarnya, PVOD menawarkan hal yang sama dengan VOD namun justru lebih banyak kekurangannya, seperti dari sisi memory. Program yang bisa kita unduh hanya bertahan seminggu karena keterbatasan memory. Interaksi pun tidak berlangsung dengan baik. Akan tetapi, tidak hanya sampai disitu saja. Ada satu lagi yang menjadi pengembangan dari VOD belakangan ini yaitu Manufacturing on Demand (MOD) yang dikenal juga dengan DVD-on-Demand. Konsep ini malah mendekati konsep DVD […]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

=))

Geli sendiri dengan postingan yang tadi!

HAHAHAHAHAHAA..

ini sih minta ditimpuk-dijitak massa! :p

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

WOW! :p

Dari kemarin, rasanya saya seperti seorang pemenang award saja. Menerima komentar (pujian&kritikan) dari orang-orang di sekitar saya. Bahkan sampai hari ini. Tidak terhitung berapa banyak ucapan “terima kasih” yang saya ucapkan baik secara langsung maupun secara tulisan :p

Yang membuat saya begitu terheran-heran adalah blog binus ini. Ini blog antar mahasiswa saja kah? atau memang bisa dilihat oleh orang lain, sih? Maaf, karena saya sendiri bukan blogger sejati (maksudnya, orang yang punya blog dari dulu).. Saya pun baru pertama menggunakan wordpress ini sebagai blog saya :p hehehehee..

Saya hanya takut ini semua hanya salah paham saja. Takut orang-orang tersebut salah mengartikannya.

Saya jadi bertanya sendiri, ada sesuatu kah dalam blog saya ini? bukan menyombong, tapi entah kenapa, ada saja comment yang saya dapat..
Entah apa memang keseluruhan dari blog ini memang berkesan bagi pembaca sekalian? atau karena sebuah artikel yang ditulis oleh teman saya itu?

FYI, salah satu tulisan yang saya post dalam blog ini, dengan judul “SAY YES TO GAMBARU” merupakan sebuah tulisan seorang teman+saudara+guru+keluarga saya yang sekarang ini sedang melanjutkan sekolahnya di Jepang. Saya hanya ingin men-sharing-kan tulisan ini ke dalam blog ini. Tetapi bukan berarti, saya yang menulisnya. TIDAK SAMA SEKALI! :p

Meski begitu, terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan bagi orang-orang yang membaca terus kasih comment. (entah mereka ini darimana dan koq bisa baca blog ini??). terimakasih atas waktunya membaca blog ini πŸ™‚

GBU!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

GREAT SERVICE! :)

Hari ini adalah kedua kalinya saya pelayanan di Kebaktian Umum GKRI Bukit Sion Bogor. Diberikan kepercayaan untuk menjadi pemimpin pujian.

Bangga?

BANGGA dooonggg! hahahahaha..

Umur masih muda tapi udah dikasih kepercayaan seperti ini πŸ™‚

Biasanya, pelayanan jadi pemimpin pujian di pemuda atau sekolah minggu. Tapi hari ini dikasih kesempatan yang baru :p

Hasilnya, Puji Tuhan, tidak burukburuk banget dan tidak bagusbagus sekali :p

Masih ada hal yang, tanpa disadari, itu salah & harus diperbaiki di waktu mendatang.
*I used “kalian” as a word to jemaat yang umurnya lebih tuaaa semua dari saya. JELAS! Saya langsung dikasih kritik :)) Special thanks to Pak Kaleb dan Aunty Martha yang sudah memberi kritik langsung kepada saya :)*

Untuk tim pelayan altar lainnya, KALIAN HEBAT! πŸ™‚

Mulai dari singer (Ria & Melly). Thanks dukungannya saat berlatih maupun saat kebaktian tadi. Suara kalian memang uenaaak tenan! πŸ™‚ sampai minder saya. pembagian suara yang bagus banget! πŸ™‚ Terimakasih buanyaak!

Untuk tim musik yang solid banget! (Icha, Taff, Yusuf, Fajar) Kompak! πŸ™‚ terimakasih untuk perjuangannya *bukan berlebihan tapi memang mereka ini berlatih sungguhsungguh* memainkan lagu-lagu tersebut πŸ™‚ apalagi lagu yang baru. hahaha. susah tapi enak ya! :p

Dan kepada mulitimedia (Mario) serta soundman (Fosther).. Terimakasih banyaaak! πŸ™‚

Kita dib’ri kuasa, bukan begitu? πŸ˜‰

Suatu kehormatan bisa pelayanan bersama dengan kalian semua πŸ˜€

Dan,

terimakasih, Tuhan Yesus!

Ini karena-Mu dan ini pun untuk-Mu πŸ™‚

Hope YOU enjoyed, God!

Soli deo Gloria!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

thankyou :’)

Disaat galau karena sesuatu.

Disaat sedih karena seseorang.

Disaat pusing karena tanggung jawab.

Mereka hadir menemani. Tidak ada yang meminta.

Tapi mereka ada dengan sendirinya πŸ™‚

Bukan sebagai pendengar atau pun sebagai pundak untuk bersandar.

Walau itu yang ingin dilakukan.

Namun tidak.

Mereka ada dengan topik yang berbeda dan peran yang berbeda.

Bukan sebagai pendengar.

Entah sebagai apa pantasnya, namun yang pasti bukan hanya sebagai pendengar.

Itu yang kubutuhkan. Bukan waktu untuk membahas masalah itu.

Aku sendiri tidak ingin membahasnya.

Aku hanya ingin melupakannya sejenak sebelum kembali ke dalam masalah itu untuk diselesaikan.

*sigh* iya, masih ada yang harus diselesaikan. masih ada yang harus dibicarakan secara serius. tapi bukan sekarang saatnya. aku tidak siap.

tapi sampai kapan kamu akan siap, D?

… *gelenggelengkepala*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

# Tugas 3 # Legal Isuess-Y2K-AI-Digital Audio..

Daphne Lieana Haryanto

1301039542

04 PFO

Michael M. A. Mirabito (Chapter 4) Computer Technology: Legal Issues, Y2K, and Artificial Intelligence

Dalam buku ini terdapat tiga hal yang dibahas, antaranya adalah mengenai masalah hukum yang terjadi dalam perkembangan teknologi, Y2K dan kecerdasan buatan (AI). Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kehidupan kita tidak pernah lepas dari yang namanya hukum. Mulai dari bangsa dan negara sampai kepada kepribadian pun tidak pernah lepas dari yang namanya hukum, termasuk perkembangan teknologi saat ini. Perkembangan teknoologi saat ini ternyata menimbulkan masalah yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu pembajakan. Lebih khusus lagi adalah pembajakan software.

Entah sejak kapan pembajakan software ini dimulai, namun saat mencari beberapa data yang berhubungan dengan pembajakan software ini, saya menemukan data bahwa sejak tahun 2009 pembajakan software khususnya di Indonesia sudah mencapai 84% atau dapat digambarkan dengan sebuah penelitian terhadap 100 komputer maka akan ditemukan 84 komputer yang menggunakan software secara Pada tahun itu pun Indonesia menduduki peringkat ke 12 dalam pembajakan software ilegal.

Memang, segala sesuatu yang terjadi tidak pernah lepas dari pro dan kontra yang berasal dari berbagai sudut pandang manusia. Dalam kasus pembajak software ini, terdapat pihak yang melarang keras namun ada juga yang membiarkannya dan bahkan menjadi salah satu konsumen dari pembajakan software tersebut. Menurut saya, sesuatu hal tidaklah harus dilihat dari sisi negatif saja. Pembajak software pun tidak sepenuhnya bersifat negatif karena bagi sebagian orang dapat memberikan dampak yang positif. Jika kita telaah lebih dalam lagi, memang, pembajakan software ini sangat merugikan khususnya dalam hal perekonomian yang menjadi kecil. Negara yang telah memproduksikan software asli dan menjualnya dalam harga yang cukup tinggi tentu tidak akan mendapat banyak penghasilan jika software yang dibuatnya telah dibajak banyak orang dan dijual dengan harga yang relatif murah. Para konsumen pun tentu saja akan memilih barang dengan harga yang terjangkau. Para industrian dari perangkat lunak ini mungkin akan kehilangan gairah dalam menciptakan software baru apabila melihat bahwa hasil karyanya telah dibajak. Dampak lainnya adalah bahwa ternyata software bajakan ini dapat membawa kode-kode β€œjahat, seperti virus, roik-kit, spyware, dll. Tidak menutup kemungkinan bahwa sistem operasi dapat menjadi β€œcrash”.

Namun jika melihat dari sudut pandang lain, pembajakan software pun dapat memberikan dampak positif, diantaranya adalah dapat membantu masyarakat untuk belajar dengan harga yang terjangkau. Harga software, seperti yang kita tahu mencapai hingga jutaan rupiah (jika dalam kurs rupiah). Satu software saja dapat membuat kita mengeluarkan biaya hingga belasan juta, belum lagi jika saat itu kita membeli laptop atau komputer baru yang membutuhkan software. Untungnya, ada beberapa penjual laptop / komputer yang sudah menyediakan software dalam laptop / komputer bagi para pembelinya. Di luar itu semua, ada dampak positif yang diberikan dari pembajakan software ini yaitu dapat meminimalisirkan gap teknologi. Bagi orang – orang yang ada di luar perusahaan, tentunya juga membutuhkan komputer dan ingin menggunakannya. Dengan adanya software lebih murah ini dapat membantu orang – orang untuk menggunakan komputeer tanpa biaya yang mahal. Orang – orang pun dapat memperoleh berbagai macam file di internet yang di dapat secara β€œcuma – cuma”. Baik negatif maupun positifnya pembajakan ini, itu semua tergantung dari kepribadian setiap orang yang melihatnya dan menggunakannya dengan bijaksana.

Hal lain yang dibahas adalah Y2K, yaitu sebuah istilah untuk mengartikan sebuah masalah yang dihadapi manusia menyangkut teknologi komputer yang mengancam laju kehidupan modern. Awalnya adalah seorang programmer komputer yang bekerja dengan hardware dan ruang penyimpanan yang terbatas. Untuk menghemat sumber yang terbatas itulah maka programmer menggunakan metode ringkas dalam aturan penanggalan yaitu dengan memakai dua digit terakhir dalam tahun. Contohnya, tahun 1981 maka akan menjadi 81 saja. Niatnya hanya untuk mempermudah tapi tidak menurut sebagian orang. Buktinya pada akhir tahun 1999, seluruh organisasi di dunia ketakutan akan isu Y2K ini. Menjelang pergantian tahun dari 1999 menuju tahun 2000, banyak perusahaan yang bersiaga karena mereka takut akan kehilangan semua data – data yang penting dari perusahaan mereka. Pemikiran mereka adalah pada saat tahun 2000, Y2K yang sudah terkait dengan desain tanggal dan tahun pada komputer dengan sendirinya akan mengoperasikan sebuah data dan hanya menggunakan dua digit terakhir dari tahun yang dimaksud. Sehingga secara otomatis, ketika memasuki tahun 2000, desain set tahun pada komputer akan berubah menjadi 00 dan tentu saja hal ini dapat membuat komputer bingung akan tahun yang sedang dilalui dan tidak menutup kemungkinan akan membuat data penting menjadi hilang.

Dan yang terakhir adalah mengenai Kecerdasan Buatan (AI) yang ditujukan sebagai pengembangan sistem berbasis komputer yang meniru sifat utama manusia yaitu berpikir. AI membuat komputer dapat β€œberpikir” seperti manusia. Tujuannya yang utama adalah untuk membantu pekerjaan manusia (mempermudah). Contoh kamera digital yang bisa mengabadikan berbagai kejadian atau peristiwa dalam waktu yang lama, yang tidak bisa diingat selamanya jika dilihat hanya oleh mata.

Apapun yang terjadi dalam perkembangan teknologi komunikasi tidak bisa dinyatakan sebagai sesuatu yang selalu salah ataupun sesuatu yang selalu benar. Jelas, ada pro dan kontra dari setiap hal yang terjadi. Namun semuanya itu kembali kepada kita sebagai pengguna. Dari mana sudut pandang kita memandang perkembangan teknologi saat ini dan bagaimana kita menggunakan teknologi komunikasi tersebut.

August E. Grant (Chapter 15) – Digital Audio

Pada buku yang kedua ini dibahas mengenai Digital Audio. Digital Audio atau musik digital ini merupakan harmonisasi bunyi yang dibuat melalui perekaman konvensional maupun suara sintetis yang disimpan dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital ini dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang serta berjaringan luas.

Sekarang ini, dengan format MP3, OOG atau WAV musik digital sudah dapat mengeluarkan suara gaunya. Banyak pemutar musik digital yang mendukung format ini sehingga membuat era baru dalam musik digital ini. Misalnya, kalau sebelumnya musik di-ripped atau istilahnya adalah ekstraksi audio digital dan kemudian terperangkap di PC dan Mac dengan aplikasi semacam iTunes, maka sekarang dengan hadirnya iPod sebagai peranti musik portable canggih, terjadi perpaduan kenyamanan web dengan portabilitas dan fungsi sebagai sebuah platform yang benar – benar universal.

Perkembangan yang terjadi ini tentu saja sangat dinikmati bagi masyarakat khususnya bagi orang – orang yang menyukai musik. Mereka tidak harus mendengarkan radio untuk mendengarkan musik tetapi dengan teknologi sekarang ini telah memudahkan konsumen untuk dapat mendengarkan musik dimana saja dan kapan saja. Bahkan, tidak hanya untuk mendengarkan musik saja, benda – benda tersebut sudah dilengkapi oleh fitur untuk dapat berhubungan dengan dunia maya (internet).

http://www.antaranews.com/view/?i=1236687039&c=TEK&s

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/10/05/11/115208-pembajakan-software-di-indonesia-naik-jadi-86-persen

http://andreasnovier.wordpress.com/2009/11/17/dampak-pembajakan-software/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

http://id.wikipedia.org/wiki/Audio_digital

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Amaziing!! :D

Tulisan yang pada awalnya hanya sebuah sharing kepada keluarga serta sahabat di Indonesia, ternyata menjadi sebuah tulisan mahakarya yang sudah tersebar luas ke seluruh Indonesia. Banyak orang-orang yang merasa diberkati melalui tulisan, “Say YES to GAMBARU” ini..

Tulisan ini pun tersebar melalui milis ke milis, broadcast BB, bahkan masuk ke dalam Kaskus.Kemarin ini saya sempat menemukan tulisan Rouli di sebuah Situs Resmi Kopertis Wilayah 12 (http://www.kopertis12.or.id).

Bahkan, hari ini pun tulisan Rouli menjadi bahan kutipan dan masuk ke dalam koran Kompas. πŸ™‚

Dan sepertinya, tulisan ini tidak akan berhenti sampai di situ saja. Karena melihat banyak orang yang merasa diberkati dan mendapat banyak pelajaran dari tulisan ini.

P.S

CONGRATULATION, ROULIII!! πŸ˜€

keep writing! be safe too in Japan! Takecare! πŸ™‚

GBU 3! πŸ™‚

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

SAY YES TO GAMBARU, by : Rouli Esther Pasaribu :D

Tulisan ini awalnya hanya muncul di notes FB saja.. Tapi karena telah menginspirasi orang-orang yang membaca sehingga tulisan ini di-share ke banyak orang melalui banyak media.

Googling aja judul tulisan ini, kalian bisa menemukan bacaannya dimana pun! πŸ™‚

Tulisan yang menginspirasi banyak orang dan menjadi suatu perenungan juga..
Semoga bisa menjad berkat! πŸ™‚

Dengan bangga mempersembahkan,

Say YES to GAMBARU!

by Rouli Esther Pasaribu on Monday, March 14, 2011 at 10:02am

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebihΒ  dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gam baru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya…berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya :

“doko made mo nintai shite doryoku suru” (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter “keras” dan “mengencangkan”. Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah “mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu” (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri. Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it’s a must!

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi….juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain. Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa “dimaafkan” jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan. Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV. Jadi yang ada apaan dong?

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :

1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada

2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)

3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana

4. Tips-tips menghadapi bencana alam

5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam

6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana

7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)

8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati

9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :

*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)

*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa “nyalahin” Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang…..I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. kalau ditilik lebih jauh, “menyalahkan” Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnyaΒ  : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atauΒ  amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau. Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakinΒ  sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya. Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini.

Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga. Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).

Say YES to GAMBARU!


(Tulisan ini bisa juga dibaca di http://rouliesther.blogspot.com/)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
 Page 3 of 4 « 1  2  3  4 »